Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

E-learning, Tinjauan Konsep dan Implementasinya dalam Pembelajaran Matematika (file makalah semnas + presentasi oleh adi nur cahyono)


Makalah ini disajikan dalam Seminar Nasional Pendidikan Matematika yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Tadris & Senat Mahasiswa, Fakultas Tarbiyah, IAIN Walisongo Semarang, tanggal 19 Juni 2009 di Auditorium II Kampus III IAIN Walisongo Semarang.


oleh Adi Nur Cahyono


Abstrak

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan semua pihak dapat memperoleh informasi dengan melimpah, cepat dan mudah dari berbagai sumber dan tempat didunia. Perkembangan tersebut dapat diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran, diantaranya melalui pembelajaran berbasis e-learning. Pada awalnya, e-learning merupakan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan perangkat elektronik dalam proses pembelajaran, dan dalam perkembangannya e-learning diartikan sebagai kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan jaringan (LAN, MAN, WAN) sebagai metode penyampaian, interaksi, dan fasilitas serta didukung oleh berbagai bentuk layanan belajar lainnya seperti tersedianya tutor yang dapat membantu peserta belajar apabila mengalami kesulitan belajar. E-learning tidak lepas dari aplikasi yang dapat digunakan untuk membangun multimedia pembelajaran, diantaranya C, C++, Visual Basic, Macromedia Flash, SwiSH v2.0, SwiSHmax, dll. Dengan SwiSHmax, materi pelajaran dapat disajikan dalam bentuk animasi, ilustrasi dari hal-hal yang abstrak yang sering dijumpai pada pelajaran matematika, pembelajaran interaktif dan education game. Format dasar SWiSHmax adalah swish file (*.swi) yang dapat diekspor menjadi flash file (*.swf), movie (*.avi) ataupun execute (*.exe) sehingga dapat diletakan langsung ke homepage atau web yang dapat didesain menggunakan Macromedia Dreamwaver, Microsoft Publisher, atau menggunakan bahasa htm, asp, php yang kemudian di-upload ke internet dengan menginduk server yang telah ada atau membuat server sendiri maupun menggunakan layanan blog yang telah disediakan di internet, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran berbasis e-learning. Blog adalah sebuah ”easy to use website”, dimana pengguna tidak harus menguasai pemrograman, desain mudah dan menarik, jejaring pertemanan, kebebasan berekspresi, murah dan gratis, serta fleksibel. Desain pembelajaran berbasis e-learning yang didukung perangkat lunak tersebut dapat berupa pemberian tugas terstruktur, pembelajaran di lingkungan on-line dengan memanfaatkan LAN, maupun pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan MAN maupun WAN, dengan layanan teleconference maupun penggunaan VoIP. Beberapa aplikasi standar internet yang dapat digunakan untuk keperluan pendidikan, yaitu email, Mailing List (milis), News group, File Transfer Protocol (FTC), dan World Wide Web (WWW), dan blog. Aplikasi standar internet yang dapat digunakan untuk keperluan pendidikan, yaitu email, Mailing List (milis), News group, File Transfer Protocol (FTC), dan World Wide Web (WWW), blog.

Kata Kunci: e-learning, SWiSHmax, blog.


Download file:

file makalah

file presentasi


Semoga bermanfaat...

Read On 0 komentar

Bagaimana CPU Clock Didapat?

Beberapa istilah yang sangat sering digunakan dalam overclock, yaitu bus clock, multiplier, dan

CPU clock.

Bus clock menyatakan clock yang terjadi pada jalur data (data bus) di motherboard. Untuk

transfer data dari satu komponen ke komponen lain di motherboard dibutuhkan juga adanya suatu

clock yang dijadikan panduan proses transfer data tersebut. Bus clock ini mempengaruhi transfer

data pada komponen seperti memori, harddisk, dan VGA card. Makin tinggi bus clock maka

makin tinggi kecepatan transfer data pada komponen-komponen tersebut.

Multiplier atau faktor pengali merupakan angka yang menyatakan seberapa cepat frekuensi

prosessor dibandingkan dengan clock di motherboard (bus clock). Beberapa prosessor terbaru

telah built-in dengan multiplier (multiplier tidak terdapat pada motherboard).

CPU clock menyatakan clock pada prosessor. Nilai CPU clock ini didapat dari hasil perkalian

Bus Clock dengan Multiplier. CPU clock memiliki batas maksimum clock, jika konfigurasinya

melebihi batas maksimum yang dimiliki oleh prosessor, maka prosessor tersebut tidak dapat

bekerja sama sekali.

CPU clock adalah faktor yang menentukan seberapa cepat komponen-komponen dalam prosessor

bekerja, termasuk komponen FPU (Floating Point Unit). Makin tinggi CPU clock maka kecepatan

kerja di dalam prosessor akan semakin tinggi. Bus clock menentukkan kecepatan kerja di luar

prosessor. Makin tinggi Bus clock maka kecepatan kerja di luar prosessor jugasemakin tinggi.

CPU clock yang sama dapat dihasilkan melalui beberapa kombinasi, kombinasi dengan bus clock

yang lebih tinggi lebih baik dibandingkan dengan bus clock yang lebih rendah, namun ini juga

bergantung pada hardware motherboard dan prosessor yang digunakan. Beberapa motherboard

generasi terbaru (untuk PIII/AMD-K7) tidak lagi memiliki multiplier, namun telah menyertakan

pula setting untuk mengatur tegangan yang diberikan pada prosessor, umumnya perubahan suatu

bus clock, multiplier, atau tegangan prosessor dilakukan untuk mendapatkan kinerja yang lebih

baik (overclock).

Read On 0 komentar